20 Finalis Comic 8 Revolution Masuk Tahap Karantina, Diseleksi lagi
Anggara Jiwandhana
Kamis, 26 September 2024 15:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Sebanyak 20 finalis yang lolos dalam audisi pemain Comic 8 Revolution di delapan kota di Indonesia bakal menjalani tahapan karantina. Proses ini akan dilaksanakan selama tiga bulan di Jakarta.
Dilansir dari Antara, Kamis (26/9/2024), mereka akan mendapat pelatihan intensif selama masa karantina.
Mulai dari pelatihan akting hingga kemampuan berbicara di depan publik selama masa karantina. Mentornya, akan melibatkan komika-komika profesional selama pelatihan finalis.
Perjalanan para finalis mengasah kemampuan selama masa karantina akan ditayangkan di akun media sosial Comic 8 Revolution.
Selama karantina, para finalis ini juga akan Comic 8 Revolution akan diseleksi lagi.
”Dari 20 finalis, (akan ada) yang dieliminasi sampai bulan Desember mendatang, sehingga pada akhirnya akan ketemu 8 komika yang paling layak untuk main film Comic 8,” kata Produser Falcon Pictures Frederica.
Indro Warkop selaku juri utama audisi Comic 8 Revolution menyampaikan bahwa peserta seleksi pemain Comic 8 kali ini menunjukkan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Cak Lontong, salah satu juri audisi Comic 8 Revolution, juga sepakat dengan Indro.
”Materi yang dihadirkan peserta sangat variatif, materi mereka jadi makin unik dan berbeda-beda dari sisi budaya, tradisi, atau cerita profesi mereka,” katanya.



