Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jogja – Di balik sosoknya yang gahar sebagai simbol perlawanan, Johnsony Marhasak Lumban Tobing atau John Tobing adalah figur ayah yang bersahaja.

Hal ini diungkapkan oleh putra almarhum John Tobing, Gopas Kibar Syang Proudy, saat mengenang detik-detik terakhir sang ayah sebelum mengembuskan napas terakhir.

Dilansir dari harianjogja, Kamis (27/2/2026) Gopas menceritakan jika kesehatan ayahnya mulai menurun sejak akhir November 2025.

Setelah sempat menjalani perawatan di RS Hermina, John Tobing dipindahkan ke RSA UGM pada Rabu (25/2/2026). Di sana, ia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU sebelum akhirnya mengalami henti jantung pada pukul 20.45 WIB.

Bagi Gopas, John Tobing adalah pahlawan sekaligus idola. Meski menyandang nama besar di dunia aktivis, di lingkungan rumah John tetap tampil sebagai orang tua yang sederhana dan hangat.

Gopas mengaku takjub melihat banyaknya pelayat yang datang sambil menyanyikan lagu-lagu ciptaan ayahnya sebagai bentuk penghormatan terakhir.

”Saya takjub melihat kawan-kawan yang datang semuanya dengan lagu-lagu yang diciptakannya,” ungkap Gopas dengan haru.

Salah satu pesan paling menyentuh yang ditinggalkan John Tobing adalah mengenai hak cipta mahakaryanya, Darah Juang. Almarhum tidak pernah berniat mengomersialkan lagu tersebut dan justru ingin liriknya tersebar luas sebagai bahan bakar semangat rakyat.

”Kalaupun dinyanyikan di mana pun, Bapak malah senang. Tidak perlu hak cipta segala macam karena dia ingin lagunya dikenal di semua penjuru Indonesia,” jelas Gopas

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Hiburan Terkini

Terpopuler