Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Grup Band Pendowo Kudus, menarik perhatian saat manggung di arena Festival Ekraf di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus beberapa hari lalu. Grup band ini diisi pemusik disabilitas.

Grup Band Pendowo diisi oleh kaum disabilitas dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Pendowo Kudus. Usia personelnya berkisar dari 15 tahun hingga 40 tahun.

Muhammad Zufron, Instruktur Kesenian Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Pendowo Kudus yang juga sebagai drummer mengatakan, pihaknya pernah meraih juara pertama se-Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Surakarta di 2010. Ajang tersebut merupakan festival musik antar panti.

”Rasanya senang aja bisa mendapatkan juara pertama. Itu lomba dalam rangka hari kesetiakawanan sosial,” katanya, Kamis (30/11/2023).

Zufron ingin menunjukkan ke masyarakat umum terkait kemampuan yang dimiliki oleh kaum disabilitas. Dirinya menyebut disabilitas memiliki tempat yang sama dengan orang normal umumnya.

”Kami ingin menunjukkan kalau disabilitas juga punya bakat di dalam bermusik. Kami disabilitas itu juga setara dengan orang pada umumnya,” sambungnya.

Ditambahkannya, lomba tersebut merupakan prestasi pertama yang didapatkannya. Bagi dirinya, dapat bermain musik bersama-sama merupakan hal yang menyenangkan.

”Supaya teman-teman juga mengenal kesenian. Selain mampu bermain musik, teman-teman disabilitas juga bisa bermain gamelan,” terangnya.

Dia bersama rekan-rekannya juga rutin berlatih bermain musik. Yakni setiap hari Jumat di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra Pendowo Kudus.

”Teman-teman juga sudah mampu membaca not dan menghafal lagu. Hal semacam ini tergolong jarang bagi seorang penyandang disabilitas,” imbuhnya.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Hiburan Terkini

Terpopuler