Kritik Pemprov Jateng, Ini Lirik Sekolah 6 Hari-Ayah dan Putrinya Band
Zulkifli Fahmi
Selasa, 2 Desember 2025 20:14:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Wacana Pemprov Jateng kembali menerapkan sekolah enam hari menuai protes dari berbagai kalangan. Kritikan itu juga datang grup musik asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ayah dan Putrinya Band.
Band yang digawangi Sarasta Adi Cahyono dan putrinya, Maka Lahirlah Nira menyuarakan kritikan itu dengan menciptakan lagu bertajuk ’Sekolah 6 Hari’.
Saat dihubungi Murianews.com, Sarasta Adi Cahyono mengungkapkan, lagu itu sengaja diciptakan untuk merespons wacana Pemprov Jateng mengembalikan penerapan sekolah enam hari dari sebelumnya lima hari.
”Lagu ini kami ciptakan tanggal 22 November 2025, setelah baca berita adanya wacana diberlakukannya sekolah enam hari untuk SMA/SMK di Jateng,” katanya, Selasa (2/12/2025).
Lagu ini dibagikan di platform pemutar musik online Sportify dan di akun Instagram @sarastraadi atau @maka_lahirlah_nira.
Diketahui, saat ini Pemprov Jateng tengah mengkaji perubahan waktu sekolah dari lima hari menjadi enam hari. Hasil kajian itu, nantinya akan disosialisasikan untuk kemudian diterapkan.
Beredar kabar, sekolah enam hari akan diterapkan mulai semester depan, yakni pada Januari 2026. Wacana itu pun memantik kritik dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, siswa, guru, hingga praktisi.
Bahkan, beredar petisi penolakan wacana tersebut yang telah ditandatangani puluhan ribu orang. Tak hanya itu, protes juga dituangkan di kolom komentar Gubernur Jateng, Wagub Jateng, hingga Disdikbud Jateng.
Kata Wagub Jateng...



